MENANGIS UNTUK KEBAIKAN

 

 

Yohanes 11:1-44

Lalu menangislah Yesus. (Yohanes 11:35)

 

Dalam buku Why Humans Like To Cry, Profesor Trimble dari National Hospital Queen Square, London, mengungkapkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang meneteskan air mata karena pengaruh emosi. Tangisan adalah respons alami terhadap penderitaan, dan sekaligus kemampuan berempati. Manusia dapat menangis karena kesakitan, kehilangan, ancaman, sukacita, dan lain-lain. Namun, kesedihan adalah penyebab utama mengapa manusia menangis. 

Tuhan Yesus pun menangis. Namun, ada perbedaan antara tangisan Maria-Marta dan tangisan Yesus. Maria dan Marta menangis karena dua hal. Pertama, karena kehilangan saudaranya. Kedua, karena merasa Tuhan Yesus terlambat datang sehingga Lazarus meninggal. 

Tangisan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah 100% manusia yang mampu merasakan kesedihan Maria dan Marta. Namun, berbeda dengan tangisan manusia, tangisan Yesus juga melambangkan kesedihan-Nya sebagai Tuhan karena Dia ingin manusia belajar percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mukjizat (ay. 15, 25, 40, 42). 

Adakah yang kita tangisi hari ini? Ketika kita menangis karena merasa pertolongan Tuhan terlambat dan keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ingatlah Tuhan juga ikut menangis untuk kebaikan kita. Dia ingin kita belajar percaya dan berserah pada-Nya. Dia ingin kita terus bertumbuh di dalam iman sehingga kita dapat semakin serupa dengan Dia. Hapuslah air mata dan katakan pada Tuhan, “Ya Tuhan, aku percaya pada-Mu dan aku mau berjalan kembali bersama-Mu.”

Dikutip dari renunganharian.net


KETIKA KITA MENANGIS, TUHAN ADA DI SAMPING KITA.
DIA INGIN KITA PERCAYA PADA-NYA.

 

 





Renungan