LELAH BERGANTI SUKACITA

Jawab-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." (Markus 1:38)


Bayangkan apa yang dilakukan Yesus sepanjang hari ini. Pasti Yesus merasa lelah. Dimulai dari mengajar di rumah ibadat, mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah, dan mengunjungi ibu mertua Petrus yang sakit demam. Baru istirahat sebentar, ketika malam tiba, banyak orang datang kepada-Nya dengan membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan. Yesus pun tetap menerima kehadiran mereka dan melayani mereka dengan baik. Baru setelah itu, Yesus bisa sedikit beristirahat dan pagi-pagi buta Ia sudah bangun untuk mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. 

Hening sejenak, tiba-tiba beberapa murid-Nya menyusul untuk memberitahukan jika banyak orang mencari Dia. Yesus tetap mengerjakan semua tugas itu dengan tuntas. Tak berhenti di situ, Yesus dan murid-murid-Nya kemudian berjalan ke seluruh Galilea untuk memberitakan Injil. Sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan! Apakah Yesus tidak merasa lelah? Fisik-Nya pastilah lelah. Tapi Yesus merasa puas dengan semua yang telah dikerjakan-Nya, karena Ia ingin menyelesaikan kehendak Bapa-Nya. 

Bertumpuk-tumpuknya pekerjaan, tanggung jawab dan tugas tak terduga lain mungkin membuat lelah bukan hanya tubuh, tapi juga emosi kita. Dan Yesus memberi teladan bagi kita bagaimana cara mengatasinya: Kerjakan satu per satu, pasti akan selesai juga. Bekerjalah seperti kita melakukannya untuk Tuhan, kerjakan dan layani saja dengan baik. Ketika kita bekerja dan melayani dengan kasih, maka kelelahan kita akan terobati dengan kepuasan karena telah menyelesaikan apa yang Tuhan percayakan.


BUKANNYA TIDAK MERASA LELAH, TAPI KITA TIDAK MAU
MENJADI LELAH KARENA SUKACITA MELAYANI TUHAN