Tema 2018

GIA Genuk Indah Semarang

 

Menjadi Gereja yang Bertumbuh dan Menjadi Berkat





Visi GIA Genuk Indah


Jemaat GIA Genuk Indah menjadi teladan hidup di tengah lingkungan masyarakat dan berkarya nyata sebagai garam dan terang dunia



Misi GIA Genuk Indah


Menjadi Jemaat yang dewasa rohani, menjadi pelopor hidup dalam kebenaran, menjadi agen perubahan sehingga jemaat/masyarakat hidup dengan sehat, aman, damai dan sejahtera



Nilai GIA Genuk Indah


Kejujuran ( honesty )
Rendah hati ( humble )
Iman ( faith )
Kasih ( love )
Kerjasama ( teamwork )
Rela Berkorban ( sacrifice )



News

Check This Out! Our Gallery Homemade Bunga Ainun in Our Instagram












Ibadah Gereja


Ibadah Raya I dan II : Minggu pk. 07.00 dan 17.00 WIB
Kebaktian Sekolah Minggu : Minggu pk. 07.30 WIB
Persekutuan Pria Kristen : Senin minggu 1 dan 3 pk. 18.30 WIB
Penyembahan dan Doa : Selasa pk. 18.30 WIB
Persekutuan Wanita Kristen (PWK) Lydia   Rabu pk. 18.30 WIB
Transformasi Doa : Kamis pk. 18.30 WIB
Doa Puasa: Sabtu pk. 18.30 WIB
Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) : Sabtu pk. 17.00 WIB
Kelompok Persekutuan Keluarga:
KPK Saron Padi Jumat pk. 18.30
KPK Saron Kapas Jumat pk. 18.30
KPK Berea Jumat pk. 18.30
KPK Yerusalem Jumat pk. 18.30

Pelayanan Gereja

Pusat Pengembangan Anak PPA IO 895

adalah lembaga yang dibentuk sebagai hasil kerjasama GIA jemaat Genuk Indah dengan Yayasan Compassion Indonesia/YCI (dulu bernama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia/YBKI) untuk memberikan pelayanan secara holistik kepada anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan

About PPA

Renungan

April 2018 GIA Genuk Indah
Angkringan Ala Yesus

 

Kata Yesus kepada mereka, "Marilah dan sarapanlah" Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. (Yohanes 21:12)


Kata orang, berkunjung ke Yogyakarta belum lengkap jika tidak mampir ke angkringan yang merupakan alternatif tempat nongkrong yang murah. Dalam bahasa Jawa, angkringan berarti gerobak dorong untuk berjualan berbagai makanan dan minuman, yang mangkal di pinggir jalan.

Orang bisa duduk santai di sekeliling gerobak atau bersila di lesehan yang disediakan si penjual. Pembeli dapat menikmati hidangan nasi kucing, gorengan, sate usus, dan minuman hangat sambil mengobrol asyik. 

Di Alkitab, ada juga angkringan ala Yesus. Saat itu Yesus mengajak para murid untuk sarapan. Yesus sendiri yang menjadi pelayannya (ay. 12-13). Uniknya, kesempatan makan bersama ini dipakai Yesus untuk bercakap-cakap dengan para murid dan menyampaikan pesan khusus, terutama kepada Petrus (ay. 15).

Pesannya, jika Petrus sangat mengasihi Tuhan, ia diminta untuk menggembalakan orang-orang yang memutuskan mengikuti Yesus, yang dianalogikan sebagai domba (ay. 16-19). Kadang-kadang pesan yang penting bisa disampaikan Tuhan pada kesempatan yang bersahaja. 

Pesan penting dari Tuhan bukan hanya disampaikan melalui khotbah. Saat mengobrol, bertamasya, bekerja, memasak, atau apa pun kegiatannya, kita bisa mendapat pesan penting dari Tuhan. Tatkala kita mendapatkan pesan itu, mungkin kita bertanya: “Apakah ini benar-benar pesan dari Tuhan?"

Bersyukurlah, karena justru rasa penasaran itu bisa dipakai Tuhan membawa kita bersekutu bersama-Nya, supaya kita bisa makin memahami maksud dan kehendak-Nya.


BERSEKUTU BERSAMA TUHAN ITU INDAH,
KITA BISA BERCAKAP-CAKAP DENGAN DIA

April 2018 GIA Genuk Indah
Kasih Itu Dewasa

 

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)

Saat kita masih kanak-kanak, orangtua melayani kita. Mulai dari memandikan, mengganti pakaian, sampai menyuapi mereka lakukan. Namun, saat usia makin bertambah, mulailah kita diajari mandiri. Kita dilatih makan sendiri, mandi sendiri, atau mengambil barang sendiri. Setelah kita bisa melakukan banyak hal, kita tidak lagi dilayani, tapi melayani orang lain. 

Salah satu bukti seseorang tinggal di dalam kasih dan mempraktikkan kasih adalah ia makin dewasa secara pemikiran. Bukan jaminan bertambahnya usia seseorang pasti dibarengi bertambahnya kedewasaan berpikir. Ada beberapa orang Kristen yang sudah bertahun-tahun menjadi Kristen, tapi sukanya menuntut ini dan itu kepada gereja, maunya selalu dilayani dan tidak mau melayani, suka mencari perhatian kalau tidak diperhatikan.

Kalau seseorang baru menjadi pengikut Kristus, wajar ia dilayani ini dan itu, diajari ini dan itu karena masih bayi rohani. Namun, kalau sudah lama menjadi Kristen tapi masih kekanak-kanakan, itu artinya ia tidak tinggal di dalam kasih. 

Mari kita perhatikan hidup Kristus, Petrus, Paulus, Timotius, atau Onesiforus. Mereka berhak dilayani, tapi mereka tidak mau dilayani melainkan melayani. Mereka tidak mementingkan diri, tapi mementingkan kebutuhan banyak orang. Mereka dewasa secara pemikiran sehingga mampu melakukan berbagai tindakan yang berguna bagi banyak orang. Makin lama kita menjadi pengikut Kristus, hendaknya kedewasaan kita pun makin bertumbuh karena kasih Kristus tinggal dalam hati dan kita praktikkan terus-menerus.


ORANG YANG TINGGAL DAN HIDUP DALAM KASIH MENJADI DEWASA
DAN MENINGGALKAN SIFAT KANAK-KANAK

April 2018 GIA Genuk Indah
SUSU DIBALAS TUBA

 

"Aku [Ahitofel] akan mendatangi dia [Daud], selagi ia lesu dan lemah semangatnya, dan mengejutkan dia; seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia akan melarikan diri, maka aku dapat menewaskan raja sendiri." Perkataan ini disetujui oleh Absalom. (2 Samuel 17:2,4)


Tuba adalah tumbuhan rambat yang digunakan untuk meracun ikan atau serangga. Jika akarnya ditumbuk lalu dicampur dengan air, hasilnya adalah cairan berwarna mirip susu. Itu sebabnya ada peribahasa berbunyi "Air susu dibalas dengan air tuba" (kebaikan dibalas dengan kejahatan).

Daud tidak bersedia membunuh Saul sekalipun ia memperoleh kesempatan emas untuk melakukannya. Dua kali malah. Ia tidak mau menjamah orang yang diurapi oleh Allah. Sikap yang luar biasa! Kita mengira kebaikannya ini membuahkan balasan yang setimpal. 

Bertahun-tahun kemudian putra kandungnya sendiri ingin menggulingkan takhtanya. Absalom setuju saat Ahitofel, sahabat baik ayahnya, hendak memburu dan menghabisi nyawa Daud walaupun mereka tahu bahwa Daud adalah raja yang diurapi oleh Allah sendiri. Kita bisa membayangkan betapa sesaknya perasaan Daud saat itu, terutama karena yang ingin menewaskannya adalah orang-orang yang dekat dengannya. Ia menangis, menyelubungi kepalanya, dan berjalan tanpa kasut (2Sam. 15:30). 

Kita mungkin pernah mengalami apa yang terjadi pada Daud: melakukan kebaikan dan mendapatkan balasan yang buruk. Di manakah keadilan? Akankah Allah berdiam diri melihatnya? Tidak. "TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku" (2Sam. 22:21). Sebagaimana Allah memulihkan takhta Daud, Dia juga akan memulihkan kita. Kita patut terus berbuat baik; bukan karena mengharapkan balasan setimpal, melainkan karena hal itu menyenangkan Allah.


PERBUATAN BAIK TIDAK DAPAT MELINDUNGI KITA;
ALLAH ITULAH PERISAI DAN PERLINDUNGAN KITA

April 2018 GIA Genuk Indah
Bekerja Seperti Bapa Surgawi

 

Tetapi Ia berkata kepada mereka, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." (Yohanes 5:17)

Seorang pengusaha bercerita mengenai kesibukannya yang luar biasa. Sejak membuka beberapa usaha baru, ia bekerja ekstra keras demi kelangsungan bisnisnya.

Tak jarang ia harus terjun langsung untuk menawarkan produk, melakukan presentasi, dan berbagai aktivitas lainnya sampai mengurangi waktu tidurnya. Jujur saja, saya sempat berpikir bahwa sebagai pengusaha, seharusnya ia cukup memberi perintah kepada para bawahannya, sementara ia hanya ongkang-ongkang kaki untuk menerima keuntungan usahanya.

Ternyata saya keliru, karena ia justru bekerja lebih keras daripada para bawahannya. 

Semangat juang dari pengusaha tersebut mengingatkan saya dengan perkataan Yesus, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang." Allah yang menciptakan alam semesta, yang memastikan agar bumi terus berputar pada porosnya, yang bekerja menyertai pelayanan Yesus di bumi pada waktu itu, dan yang menggerakkan manusia yang mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Pribadi yang sama masih belum berhenti bekerja dalam kehidupan manusia.

Ia akan terus berkarya hingga masa kekekalan! Tak heran jika dalam Alkitab ada banyak ayat yang menyinggung soal kemalasan, tanda bahwa Allah tidak menyukai kemalasan. 

Jika sampai hari ini, besok, dan seterusnya Allah tidak pernah berhenti bekerja, Dia pun menginginkan agar kita terus "bergerak" dan menjadi pribadi yang produktif. Mari tinggalkan kemalasan dari hidup kita, menjadi manusia yang produktif, dan memuliakan Dia selama masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup di dunia ini.

JIKALAU BAPA SURGAWI TERUS BEKERJA, SUNGGUH TIDAK PANTAS

RASANYA JIKA ANAK-ANAK-NYA JUSTRU BERMALAS-MALASAN!

 

April 2018 GIA Genuk Indah
AKU TIDAK SANGGUP, TUHAN!

 

... Dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. (Yeremia 20:9)


Melalui mata kuliah Pengantar Perjanjian Lama, saya mengetahui bahwa Yeremia adalah seorang nabi peratap, ia kemungkinan bertemperamen melankolis karena hatinya peka sekali untuk mengecap rasa pahit yang masuk dalam hidupnya.

Yeremia sangat sedih melihat Allah begitu kejam terhadap ketidaktaatan Israel. Bayangkan, Allah hendak menghukum bangsa pilihan-Nya! Kondisi Yeremia begitu sukar saat itu. Apalagi ia diperhadapkan dengan bangsa yang bebal, pelayanannya begitu membosankan dan mungkin ia bisa berkata: "Aku tidak sanggup lagi, Tuhan!"

Penderitaan Yeremia tidak berhenti disitu saja, ia dipenjara dengan cara dimasukkan dalam sebuah perigi yang berisi lumpur (Yer. 38:6). Kenabiannya ditentang dan ia begitu putus asa dan ia juga sempat berpikir tidak akan mengingat Tuhan dan panggilan-Nya (ay. 9).

Namun ia juga sadar bahwa ia tidak sanggup melarikan diri jika Tuhan sudah mengutusnya. Dalam keluhannya ia berbicara kepada Tuhan dengan hati yang hancur. Pemakaian kata ganti orang pertama membuat kita bisa melihat betapa Yeremia mengalami hal yang tidak mudah. 

Itulah pelayanan! Kadang kita harus mengalami penderitaan yang begitu rupa. Wajar sebagai manusia kita mengeluh pada Tuhan, namun kita tidak bisa lari dari panggilan itu dan malah itu bisa dijadikan Tuhan masa dimana Ia dapat menunjukkan rencana ajaib-Nya dan Dia nyatakan dalam kehidupan kita. Ya, Tuhan bisa memakai itu, sabarlah jika kita merasa tidak sanggup lagi.


DI SAAT TIDAK SANGGUP LAGI,
BERDOALAH KEPADA TUHAN DAN BERSABARLAH!

April 2018 GIA Genuk Indah
Terlibat Aktif

 

Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" (Nehemia 2:3)


Betapa mudah mengagumi hal yang baru. Berkunjung ke gereja lain, misalnya. Bisa jadi kita kagum akan gedungnya yang megah, sambutan jemaat yang ramah, atau paduan suara yang indah. Sebaliknya, tanpa sadar begitu mudah kita mencela gereja sendiri. Sebagai warga, mestinya kita ikut membenahi dan melayani. 

Menanggapi kabar tentang runtuhnya tembok Yerusalem, Nehemia merasa sangat terbeban. Sekalipun tinggal dan bekerja di tempat yang jauh sebagai juru minuman raja, ia tetap peduli akan nasib kotanya. Ia mempergumulkan masalah itu dalam doa.

Setelah memohon petunjuk Tuhan dan memiliki rancangan yang matang, Nehemia memberanikan diri berbicara kepada raja dengan risiko dihukum mati. Ia berhasil karena mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, serta menggunakan akal, pikiran, dan kesediaannya untuk memberi diri terlibat secara aktif. 

Alih-alih memuji-muji gereja tetangga dan mengabaikan gereja sendiri, kita dapat belajar dari mereka. Bukan untuk bersaing, melainkan supaya gereja kita bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu! Gereja tidak membutuhkan orang yang suka mengkritik, tetapi mereka yang mau mendukung dalam berbagai bentuk (doa, waktu, tenaga, dan dana). 

Dukungan ini dapat kita lakukan jika kita memiliki modal dasar utama, yakni spiritualitas yang baik. Spiritualitas yang baik menumbuhkan kepekaan dan kepedulian sehingga kita merasa terbeban, sepenanggungan, dan mau melibatkan diri secara aktif dalam membangun gereja melalui doa dan kerja nyata.


MENGANDALKAN KEDAULATAN DAN KEKUASAAN ALLAH BUKAN BERARTI HANYA MENANTI,
MELAINKAN JUGA MEMBERDAYAKAN AKAL DAN PIKIRAN

April 2018 GIA Genuk Indah
Hidup Keagamaan Sejati

 

"Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah." (Matius 12:7)

Murid-murid Yesus sangat kelaparan! Yesus pun mengizinkan waktu para murid memetik bulir gandum kemudian memakannya untuk mengatasi rasa lapar.

Masalahnya, itu hari Sabat, yang membuat orang-orang Farisi begitu marah. Para murid dianggap melanggar hukum Taurat! Tampaknya, orang-orang Farisi itu merasa menjadi kelompok yang paling baik menjalankan hidup keagamaan. 

Namun Yesus memberi mereka sebuah pelajaran berharga: kadang ada orang berpikir bahwa hidup beragama itu baik kalau sudah menaati peraturan dan perintah-perintah secara harfiah. Hidup keagamaan menjadi begitu kaku dan bisa menjadi kurang manusiawi.

Ada orang justru menderita dan terancam kematian karena menjalankan peraturan agama yang tidak tepat. Sedangkan, Tuhan menghendaki belas kasihan, pengampunan dan keselamatan manusia dengan menjalankan dan menghayati perintah-Nya. 

Dari kebenaran itu, kita memahami bahwa hubungan kita dengan Tuhan tak bisa dilepaskan dari hubungan kita dengan sesama. Sebagai orang beriman, tentu kita "menerima aturan atau perintah" untuk membawa persembahan kepada Tuhan berupa harta atau barang-barang berharga, namun akan lebih penting ketika "persembahan" itu dalam situasi tertentu digunakan untuk menolong sesama dari bahaya kematian, kemiskinan, atau kelaparannya.

Ya, sebagai orang beriman, kita tidak boleh menutup mata terhadap keprihatinan yang menyelimuti sesama. Karena Yesus sendiri memberi teladan: Ia berbelas kasihan kepada kemalangan kita hingga rela memberikan nyawa-Nya di kayu salib.

 

KARENA SIAPA YANG TIDAK MENGASIHI SAUDARANYA YANG DILIHATNYA,
TIDAK MUNGKIN MENGASIHI ALLAH YANG TIDAK DILIHATNYA.—1 Yohanes 4:20b

April 2018 GIA Genuk Indah
Tertular Sifat Allah

 

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian- Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. (Mazmur 25:14)


Sewaktu masih di Sekolah Dasar, awalnya saya kurang suka belajar kelompok. Ketika beberapa teman dekat mengajak, saya merasa kurang nyaman, tetapi saya berusaha untuk mengikuti setiap aktivitas yang ada. Lambat laun, saya pun mulai menyukainya.

Terlebih ketika saya merasakan manfaatnya terhadap pemahaman saya untuk beberapa mata pelajaran. Ya, saya telah "tertular"dengan semangat belajar kelompok yang dikobarkan oleh teman-teman dekat saya! 

Dalam pergaulan dengan orang lain, ada dua kemungkinan yang bisa kita alami: kita "tertular" atau "menulari". Jika dua kondisi tersebut berkaitan dengan hal-hal yang positif, tentu akan berimbas positif pula dalam kehidupan kita.

Begitu pula seharusnya kita dapat "tertular" oleh sifat-sifat Allah ketika kita bergaul karib dengan Dia. Sifat-sifat Allah lambat laun akan menjadi kebiasaan dan karakter sehingga hidup kita akan menjadi semakin baik.

Kehidupan kita pun dapat menjadi saksi Kristus karena orang-orang akan melihat karakter dan pribadi Kristus dalam kehidupan keseharian kita. 

Kunci agar Allah bergaul karib dengan kita pun sudah diberikan, yakni dengan cara hidup takut akan Allah. Dengan kata lain, hidup menghormati Allah. Seberapa besar kadar penghormatan kita kepada Allah?

Jika kadarnya semakin besar, kualitas hidup kita pun semakin meningkat melalui pergaulan yang karib dengan Allah. Mari tanggapi kerinduan-Nya untuk bergaul karib dengan kita, supaya kita semakin tertular dengan sifat-sifat ilahi-Nya!

KETIKA SIFAT ALLAH MENULARI KITA,
HIDUP KITA PASTI MENJADI LEBIH BAIK

April 2018 GIA Genuk Indah
Lunas Dibayar

 

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20)

Saat kita membeli sebuah barang atau jasa, kita punya hak penuh atas barang atau jasa itu. Contohnya, saya membeli laptop.

Laptop itu saya pakai menulis, menjalankan game, atau didiamkan—itu hak saya. Bahkan, jika saya memberikan laptop itu kepada orang lain, itu juga hak saya. 

Siapakah pemilik bumi serta segala isinya, dan dunia serta segala yang ada di dalamnya? Tuhan (Mzm. 24:1).

Kita memang memiliki harta, tetapi sebetulnya harta itu milik Tuhan. Kita dipercaya untuk memakai dan mengelolanya. Siapakah pemilik tubuh kita? Saat kita percaya pada Kristus dan mengikuti Dia, kita adalah milik Tuhan.

Kita menjadi satu roh dengan Kristus (ay. 17). Tubuh kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus sehingga tubuh kita adalah milik Kristus. Apakah kehendak Kristus bagi tubuh kita? Memuliakan Allah. Hidup kudus dengan menjauhi percabulan yang mencemarkan tubuh (ay. 18). Menjaga pikiran, tindakan, dan perasaan agar selaras dengan firman-Nya. Jangan mendukakan Roh Kudus yang diam dalam diri kita. 

Tubuh kita milik Tuhan, muliakanlah Tuhan dengan tubuh kita. Segala sesuatu yang kita miliki dan kita pakai saat ini berasal dari Tuhan. Jadilah pengelola yang benar.

Dengan demikian, segala sesuatu yang kita gunakan saat ini, termasuk tubuh kita, memuliakan Tuhan dan mendatangkan sukacita bagi orang-orang yang merasakan dampak pikiran, perbuatan, dan ucapan kita.


PENGELOLA YANG BENAR MENGELOLA
DENGAN BIJAK SEGALA SESUATU MILIK TUANNYA

April 2018 GIA Genuk Indah
Kesempatan Kedua

 

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia dibangkitkan dari antara orang mati. (Yohanes 21:14)

Ketika merayakan Perkawinan Emas, si Kakek ditanya tentang rahasia awetnya perkawinan mereka. Ia menceritakan lelucon saat bulan madu mereka. Kala menunggang kuda, istrinya terusik oleh gerakan tertentu dari si kuda.

Diucapnya hitungan: "satu". Tak lama gerakan itu terulang kembali. Ia berucap: "dua". Lalu, masih terulang gerakan serupa. Maka, setelah menghitung: "tiga", ia mengambil pistol dan menembak kuda itu. Kakek berkata, "Selama ini kami bertengkar hanya sampai di hitungan kedua. Itulah rahasianya."


Lazimnya hitungan ketiga adalah yang terakhir. Habis. Simon Petrus telah 3 kali menyangkal Tuhan. Semua—termasuk dirinya sendiri— menganggap Simon sudah habis.

Lupakan si Batu Karang. Tiada lagi si Penjala Manusia. Semua sudah dilucuti darinya. Tersisa hanya Simon yang "pergi menangkap ikan" (ay. 3). Simon kembali ke titik nol.

Perjalanan kerasulannya sudah tamat. Benarkah? Peristiwa Yesus menampakkan diri ketiga kalinya setelah kebangkitan-Nya justru bukan demi "menghabisi" Simon, sebab adegannya mirip dengan pertobatan Simon kala pertama kali dirinya mengikut Yesus (Luk. 5:1-11).

Artinya, Simon belum tamat. Tuhan membuka kesempatan kedua baginya. 

Kebangkitan Yesus menampik semua bahasa "menghabisi". Maut sekalipun tak sanggup menghabisi-Nya. Dia Tuhan bagi semua kesempatan kedua. Jangan biarkan olokan, kegagalan, rasa malu, rasa bersalah, dan keterpurukan "menghabisi" kita di jurang keputusasaan.

Bangkitlah bersama-Nya. Tuhan yang bangkit itu selalu siap memberi kita kesempatan kedua.

KRISTUS BANGKIT!—SEGALA YANG SEMULA DISANGKA SUDAH TAMAT
SIAP DIMULAI KEMBALI

Arsip Kotbah

Profil Gereja dan Profil Hamba Tuhan

Profil Gereja



SEJARAH SINGKAT GIA GENUK INDAH

Awal Perintisan


Awal berdirinya Gereja Isa Almasih Genuk Indah dimulai dari adanya rencana pembukaan daerah “real estate” di kelurahan Gebangsari, kecamatan Genuk.

Sebuah perusahaan developer real estate yang bernama Perumahan Genuk Indah.Seiring dengan dimulainya pembangunan rumah, semakin banyak peminat/masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal di Perumahan Genuk Indah.Sebagian masyarakat yang tinggal di perumahan adalah orang Kristen, di antaranya adalah warga jemaat Gereja Isa Almasih Pringgading, Semarang. 


Mengingat lokasi perumahan yang dirasakan agak jauh dari kota Semarang, maka banyak orang Kristen yang mengalami kesulitan untuk beribadah di gereja. Melihat fakta tersebut Bp. Sugiyanto dan Bp. Hulman Panjaitan yang adalah rohaniwan Gereja Isa Almasih Pringgading yang menempati rumah tinggal rohaniwan Genuk Indah tergerak dan bekerja sama untuk melayani jemaat yang tinggal di perumahan tersebut.

 

Pada bulan Pebruari 1985 dimulailah pelayanan Kelompok Persekutuan Keluarga(KPK) setiap hari Jumat. Persekutuan tersebut mendapat respon yang positif dengan hadirnya 15 jemaat Tuhan.Dalam kurun waktu dua bulan tepatnya pada peringatan hari Paskah, 7 April 1985 status KPK ditingkatkan menjadi pelayanan ibadah umum Pos Pekabaran Injil (Pos PI) menempati rumah di Jl. Kapas Timur III/G-956. 

Ibadah peneguhan berdirinya Pos PI Genuk Indah diadakan bertepatan dengan perayaan Paskah yang dilayani oleh Pdt. Hanna Sebadja dan dihadiri 35 jemaat serta tamu undangan lainnya. Semenjak itu berbagai kegiatan ibadah berjalan dengan lancar, baik kpk, KAA maupun perayaan Paskah dan Natal. 

 

Perkembangan dari Pos PI ke Pendewasaan


Melihat perkembangan jemaat Tuhan maka Pos PI Genuk Indah membutuhkan tempat ibadah yang permanen.Maka pada tahun 1987 jemaat berhasil membeli tanah seluas 620m²di daerah Gebangsari yang rencananya akan dibangun gedung gereja. Namun rencana itu mengalami hambatan dari masyarakat yang tidak menginginkan hadirnya sebuah gereja. 


Hambatan tersebut menjadikan bahan pergumulan doa Jemaat Tuhan untuk berharap serta berserah pada Tuhan. 

Kegagalan membangun gereja di kelurahan Gebangsari, ternyata Tuhan memberikan hikmat kepada Bp. Hulman Panjaitan untuk mencari tanah yang dapat dibeli dan didirikan gereja.Tuhan menunjukkan sebidang tanah dan bangunan gereja yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya. F.808 milik Gereja Jemaat Kristus Indonesia(JKI) “Hosana” Semarang, yang tidak difungsikan sebagai tempat ibadah.

 

Pada hari-hari biasa mereka bersekutu di rumah, sedangkan gedung gereja sesekali dipakai untuk acara Kebaktian Kebangunan Rohani(KKR). 

Melihat kondisi itu maka Bp. Hulman Panjaitan berusaha mendekati pengurus JKI untuk dapat dibeli. Pendekatan tersebut berhasil dengan persyaratan bahwa status tanah dan gedung akan menjadi milik Pos PI Genuk Indah dengan cara mengganti harga tanah dan bangunan. Kemudian Majelis GIA jemaat Pringading membeli tanah dan bangunan tersebut untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah Pos PI Genuk Indah.

 

Setelah menjadi milik Pos PI Genuk Indah gedung tersebut difungsikan sebagai tempat ibadah jemaat.Peresmian penggunaan sebagai tempat ibadah dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 November 1990 oleh Pdt. Indrawan Eleeas yang disertai dengan perjamuan kudus.Sejak itu kegiatan ibadah Pos PI Genuk Indah difokuskan di Gereja Isa Almasih yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya F.808.Selanjutnya gedung gereja direnovasi/dibangun sebagai persiapan untuk pendewasaan. 

Pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 1991 Pos PI Genuk Indah diresmikan menjadi jemaat dewasa oleh jemaat induk Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading. Peresmian pendewasaan jemaat tersebut dilaksanakan oleh Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Isa Almasih. 

Gereja Isa Almasih Genuk Indah didewasakan menjadi jemaat GIA ke-67 dan Pdm. Hulman Panjaitan ditahbiskan menjadi Gembala Sidang. Dalam Ibadah tersebut juga dilaksanakan pelantikan Majelis jemaat yang pertama yang terdiri dari :Bp. Herman Winatha, Bp. Sutanto Saputra, Bp. Bagus Mitjoro dan Bp. Hermawan Widodo. DinamikaPerkembangan GIA Genuk Indah (th 1991 – 1997) 

Pada awal pendewasaan jemaat GIA Genuk Indah berjumlah 185 jiwa.Dalam perkembangan pelayanan gereja sampai tahun 1996 jemaat mencapai 25 anggota dewasa dan 75 anak-anak serta memiliki satuTempat Pembinaan Rohani(TPR) di perumahan Pondok Raden Patah, Sayung, Demak.

 

Pada tahun 1993 Sdr. Daniel Gunadi bergabung sebagai rohaniwan GIA Genuk Indah yang membantu pelayanan di bidang KAA, PRBK dan sebagai koordinator YBKI/PPA. Dalam Perayaan HUT ke-3 GIA Genuk Indah dilantiklah Kemajelisan periode 1994-1997 yaitu: Pdm. Hulman Panjaitan, Bp. Herman Winatha, Ibu Magdalena Rinawati, Bp. Hermawan Widodo dan Bp. Bagus Mitjoro. Yang unik dari gereja ini adalah apabila ada program, maka program itu disampaikan kepada jemaat kemudian didoakan dan didukung bersama dengan carapersembahanjanji iman. 

Adapun visi dan misinya adalah: 
1. Pertumbuhan jemaat dengan program 1:1:1 ( artinya satu anggota bawa satu jiwa dalam satu tahun). 
2. Program PI Pribadi. 
3. Dirintis kebaktian umum dua kali dalam satu minggu. 
4. Program/kegiatan sosial bekerjasama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia(YBKI)(sekarang bernama Yayasan Compassion Indonesia(YCI) membiayai anak-anak TK-SD (maksimal 10 tahun). 
5. Pengembangan gedung gereja dengan rencana pembuatan balkon berkapasitas 100 orang. 

Dalam perjalanan pelayanan GIA Genuk Indah banyak mengalami pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas.Hal itu ditandai dengan semakin tertata program dan kegiatan pelayanan di setiap seksi.

 

Namun demikian gereja menghadapi tantangan dari dalam yaitu pengunduran diri Pdm. Daniel Gunadi untuk memenuhi panggilan pelayanan di GUP Solo, demikian juga memasuki tahun 1997 GIA Genuk Indah mengalami suatu tantangan/pergumulan yaitu Pdt. Hulman Panjaitan mengundurkan diri dari jabatan Gembala Sidang.

 

Menyadari hal itu majelis jemaat berusaha untuk segera mengatasi tantangan pelayanan dengan mencari Gembala Sidang yang baru.Selama satu tahun GIA Genuk Indah mengalami kevakuman pemimpin jemaat / Gembala Sidang. 

 

 

Dari Pdt. Hulman Panjaitan – Pdt. Andreas Kristianto (th 1998 – 2010)


Pdt. Andreas Kristianto,S.Th yang adalah rohaniwan dari GIA jemaat Dr. Cipto menerima panggilan pelayanan di GIA Genuk Indah. Beliau ditahbiskan sebagai Gembala Sidang GIA Genuk Indah oleh MPH Sinode GIA, pada tanggal 27 Oktober 1998 bersamaan dengan peringatan HUT ke-7 GIA Genuk Indah. Pada periode pelayanan ini beliau dibantu oleh tiga(3) orang rohaniwan yaitu Pdm. Yoseph Rohadi,S.Th., Pdm. Yosua Wardaya, S.Th. dan Pdm. Yeremia Maryono, S.Th.(penanggungjawab GIA Genuk Indah TPI Srondol/RM Miranda). 

Demikian juga majelis (diaken,penatua) secara periodik membantu pelayanan beliau. Selama kepemimpinan beliau komposisi personil majelis dipilih dari unsur jemaat GIA Genuk Indah maupun TPI Srondol/RM Miranda. Banyak perubahan dan kemajuan yang dapat dirasakan oleh jemaat dalam era kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto,S.Th. Dari segi penampilan fisik gereja banyak mengalami perubahan dan semakin dipercantik. Banyak program-program pelayanan yang telah dilaksanakan demi kemajuan pelayanan dan kedewasaan jemaat Tuhan, antara lain: 

1. Peningkatan SDM para aktifis gereja, melalui SOM (School of Ministry), retret, seminar-seminar. 
2. Retreat pengerja, Kebaktian Pasutri, KKR untuk meningkatkan kualitas iman jemaat. 
3. Peningkatan peran serta gereja dalam masyarakat melalui PPA/Compassion, Aksi Sosial/diakonia terhadap masyarakat yang kurang beruntung secara berkala. 
4. Membangun kerjasama dengan PGKS, lembaga-lembaga misi dsb. 

Dalam masa kepemimpinannya, Pdt. Andreas Kristianto telah memberi kesempatankepada rohaniwan yang telah mendampingi beliau dalam pelayanan untuk mengembangkan pelayanan yaitu kepada Pdt. Yoseph Rohadi untuk menjadi Gembala Jemaat GKMI Blora dan Pdt. Yosua Wardaya menjadi Gembala Jemaat GIA Lobak. 
Sedangkan Pdt. Yeremia Maryono (bersama jemaat TPI Srondol) bergabung sebagai tenaga rohaniwan di GIA jemaat Banyumanik karena tempat ibadah(RM Miranda) dijual oleh pemiliknya. Pada periode kepemimpinan beliau juga, Pdt. Daniel Gunadi telah bergabung kembali sebagai rohaniwan di GIA Genuk Indah pada pertengahan tahun 2004. 

Bp. Philipus Sukardi yang telah purna tugas dari PNS dan telah menyelesaikan studi teologi di STBI juga bergabung sebagai hamba Tuhan di GIA Genuk Indah. 

Dari Pdt. Andreas Kristianto – Pdt. Daniel Gunadi (th 2010 - saat ini)


Pada tanggal 27 Oktober 2010, dalam rangka suksesi kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto, M.Th. menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Pdt. Daniel Gunadi, M.Th. di dalam Ibadah Pentahbisan Gembala Jemaat dan Pentahbisan Pdm. Philipus Sukardi, S.Th. sebagai pendeta. Dalam rangka melanjutkan kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulunya, Pdt. Daniel Gunadi mengajak seluruh jemaat GIA Genuk Indah untuk menghidupi: 

Visi: 
“Jemaat GIA Genuk Indah menjadi teladan hidup di tengah lingkungan masyarakat dan berkarya nyata sebagai garam dan terang dunia.” (visi GIA Genuk Indah, 2010 -2030). 

Misi : 
”Menjadi Jemaat yang dewasa rohani, menjadi pelopor hidup dalam kebenaran, menjadi agen perubahan sehingga jemaat/masyarakat hidup dengan sehat, aman, damai dan sejahtera.” 

Core Values (Nilai-nilai utama) 
• Kejujuran (honesty) 
• Rendah hati (humble) 
• Iman (faith) 
• Kasih (love) 
• Kerjasama (teamwork) 
• Rela Berkorban(sacrifice) 

Visi misi tersebut akan diwujudkan dalam program kerja per kwartal(sesuai periodisasi kemajelisan). 
• Pembenahan/konsolidasi internal (th 2014 – 2018) 
• Pembinaan pengerja, peningkatan usaha-usaha misi(th 2018 – 2022) 
• Meningkatkan pelayanan pendidikan/PAUD, day care (th 2022 – 2026) 
• Mengirim utusan-utusan Injil, pembukaan pos pelayanan(th 2016 – 2030) 

Berbagai kegiatan pelayanan baik internal maupun eksternal terus dilakukan dalam kehidupan jemaat GIA Genuk Indah. Melalui kegiatan seperti: KKR, retret, refreshing day, pembinaan musik/pujian, pengobatan gratis untuk masyarakat, donor darah, kegiatan live-in di gereja-gereja lain/pedesaan, dsb diharapkan jemaat terus menghidupi tema “Berakar kuat, berbuah lebat” bagi kemuliaan Tuhan. 


Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) IO-895 Harapan Kita 

Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) adalah lembaga yang dibentuk sebagai hasil kerjasama GIA jemaat Genuk Indah dengan Yayasan Compassion Indonesia/YCI (dulu bernama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia/YBKI untuk memberikan pelayanan secara holistik kepada anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Pada awal pembentukannya, tahun 1993, GIA Genuk Indah bekerjasama dengan TPI Karangroto/Banjardowo, dan TPI Tanggungrejo di bawah naungan GIA Pringgading.Hal ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan awal kuota jumlah yang dilayani sebanyak 50 anak.Pelayanan yang makin berkembang serta jumlah anak yang makin bertambah, menyebabkan TPI Karangroto dan TPI Tanggungrejo memutuskan untuk mengelola sendiri PPA di tempat masing-masing. 

Kegiatan PPA diadakan setiap hari di gereja: pk. 09. 00 – 14.00 wib (kegiatan administrasi), pk. 15.00- 17.00 wib(kegiatan anak). Pelayanan holistik yang diadakan di PPA meliputi empat(4) bidang yaitu spiritual, fisik, kognitif dan sosio-emosional yang terangkum dalam program/kegiatan, yang disesuaikan dengan kebutuhan gereja lokal/kontekstual, yaitu: 

• Spiritual: kebaktian, PA, caracter building, retret, dsb 
• Fisik : olah raga, kesehatan(pemeriksaan rutin, pengobatan), makanan bergizi,dsb 
• Kognitif: bimbingan belajar, life skill/ketrampilan, dsb 
• Sosio-emosional: eduwisata, bermain/games, outbound dsb 

Sejak tahun 1993 hingga tahun 2016 ini PPA IO-895 Harapan Kita, GIA Genuk Indah telah melayani 503 anak(berdasarkan catatan Buku Induk PPA), yang masih aktif mengikuti kegiatan 167 anak, dari berbagai latar belakang agama/keyakinan. Banyak lulusan PPA yang telah bekerja di perusahaan, wiraswata bahkan telah menyelesaikan studi hingga tingkat sarjana. 

Meskipun hasil tuaian jiwa belum begitu nampak secara signikan, namun tugas bersaksi dan menaburkan berita keselamatan terus kami lakukan, karena kami meyakini berita Injil yang ditaburkan tidak akan kembali dengan sia-sia. Kegiatan PPA akan terus dikembangkan menjadi sarana yang efektif bagi gereja untuk bersaksi, menjadi garam dan terang dunia. 



Gereja Isa Almasih Genuk Indah Semarang

Profil Hamba Tuhan

 

 

DATA ROHANIWAN GIA GENUK INDAH

 

1. NAMA     : PDT. DANIEL GUNADI

ALAMAT     : JL. PADI UTARA XI/J. 80 GENUK INDAH SEMARANG

NO TELP    : (024) 6582283

HP              : 085848843247

EMAIL        : mazgunadi@yahoo.com

 

2. NAMA     : PDT. PHILIPUS SUKARDI

ALAMAT     : JL. BAYU PRASETYA TIMUR IV/47  KEL. BANGETAYU WETAN  RT 09 / RW 03  SEMARANG

HP              : 085100300755

 

Follow Us

in Social Media