Tema 2018

GIA Genuk Indah Semarang

 

Menjadi Gereja yang Bertumbuh dan Menjadi Berkat



Visi GIA Genuk Indah


Jemaat GIA Genuk Indah menjadi teladan hidup di tengah lingkungan masyarakat dan berkarya nyata sebagai garam dan terang dunia



Misi GIA Genuk Indah


Menjadi Jemaat yang dewasa rohani, menjadi pelopor hidup dalam kebenaran, menjadi agen perubahan sehingga jemaat/masyarakat hidup dengan sehat, aman, damai dan sejahtera



Nilai GIA Genuk Indah


Kejujuran ( honesty )
Rendah hati ( humble )
Iman ( faith )
Kasih ( love )
Kerjasama ( teamwork )
Rela Berkorban ( sacrifice )



News

Hei Church! Ibadah Raya GIA Genuk Indah besok minggu, 25 Februari 2018, diadakan sekali di ibadah pagi saja, Pk 07.00 WIB.

Bagi jemaat yg biasanya ibadah sore dimohon bergabung dalam ibadah pagi. Demikian info dari gereja. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya. Sampai jumpa besok di gereja. Tuhan Yesus memberkati.




Check This Out! On Our Gallery Homemade Bunga Ainun in Our Instagram












Ibadah Gereja


Ibadah Raya I dan II : Minggu pk. 07.00 dan 17.00 WIB
Kebaktian Sekolah Minggu : Minggu pk. 07.30 WIB
Persekutuan Pria Kristen : Senin minggu 1 dan 3 pk. 18.30 WIB
Penyembahan dan Doa : Selasa pk. 18.30 WIB
Persekutuan Wanita Kristen (PWK) Lydia   Rabu pk. 18.30 WIB
Transformasi Doa : Kamis pk. 18.30 WIB
Doa Puasa: Sabtu pk. 18.30 WIB
Pemuda Remaja Bagi Kristus (PRBK) : Sabtu pk. 17.00 WIB
Kelompok Persekutuan Keluarga:
KPK Saron Padi Jumat pk. 18.30
KPK Saron Kapas Jumat pk. 18.30
KPK Berea Jumat pk. 18.30
KPK Yerusalem Jumat pk. 18.30

Pelayanan Gereja

Pusat Pengembangan Anak PPA IO 895

adalah lembaga yang dibentuk sebagai hasil kerjasama GIA jemaat Genuk Indah dengan Yayasan Compassion Indonesia/YCI (dulu bernama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia/YBKI) untuk memberikan pelayanan secara holistik kepada anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan

About PPA

Renungan

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Apakah Tuhan Masih Menolong Saya??

 

Pernahkah Anda berpikir bahwa "Masihkah Tuhan menolong saya?" "Dimana Tuhan saat aku menghadapi kesusahan?"

Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan terlambat menolong, saat krisis melanda?

Pernahkah Anda berpikir "Apakah Tuhan sanggup menolong aku saat krisis melanda?" "Dengan cara nyata apa Dia menolongku?"

Mungkin Anda pernah merasa, apakah Tuhan tidak sanggup menolong atau Dia sudah tidak peduli.

Mungkin itulah yang dirasakan oleh umat Israel saat melihat pasukan Firaun mendekat. Mereka menghadapi jalan buntu karena di hadapan mereka membentang Laut Teberau yang tak terseberangi. ( Keluaran 14:15-31)

Musa memang sudah memberikan janji dan jaminan Tuhan bahwa mereka tidak akan ditangkap lagi oleh Firaun.

Kenyataannya Firaun semakin dekat, sementara belum ada tindakan sama sekali, baik dari Musa maupun dari Tuhan. Namun justru pada saat itu Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya.

Ia tidak terlambat bertindak. Ia tidak tinggal diam, melainkan campur tangan dengan melakukan mukjizat yang besar, yang pertama kali mereka saksikan seumur hidup mereka.

Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi manusia dengan memberikan jalan keluar kepada mereka.

Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ayat 19-20).

Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.

Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan.

Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya. Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan anak-anak-Nya dalam menghadapi krisis tersebut.

 

Februari 2018 GIA Genuk Indah
SAMUDRA TANPA TEPI

 

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Melalui muridnya, Yohanes Pembaptis bertanya kepada Tuhan, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” (ay. 19b). Jika diungkap lugas, Yohanes sebenarnya bertanya, “Engkau ini Juru Selamat yang dijanjikan itu, atau bukan?” Rupanya, Yohanes meragukan Tuhan, dia mempertanyakan Tuhan. Sungguh, itu melampaui batas. Siapa dia hingga berhak menilai Tuhan? 

Tetapi, respons Tuhan sungguh luar biasa. Kepada utusan Yohanes, Tuhan berkata, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (ay. 22). 

Semua karya Tuhan Yesus itu (orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan, dll.) membuktikan bahwa Dia sungguh Sang Juru Selamat. Yohanes jelas amat keliru. Tetapi, Tuhan tidak memarahi Yohanes. Dia berkata lembut, “Kembalilah kepada Yohanes. Ceritakan semua bukti yang kalian ketahui.” Dan, Tuhan menyilakan Yohanes menyimpulkan sendiri. 

Apa arti semua itu? Tuhan kita bukan Tuhan yang hanya mau dipuji. Dia Tuhan yang hati-Nya begitu luas, bak samudra tanpa tepi. Tuhan yang terbuka, yang peduli pada keluh kesah, tangis, dan pergumulan kita. Bahkan, Tuhan berkenan memahami kesalahpahaman kita. 

Membaca kisah itu, saya serasa mendengar Tuhan berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).

 

TUHAN KITA BUKAN TUHAN YANG HANYA MAU DIPUJI.
DIA ADALAH TUHAN YANG HATI-NYA BEGITU LUAS,
BAGAI SAMUDRA TANPA TEPI

 

Februari 2018 GIA Genuk Indah
TAHU BERTERIMA KASIH

 

Efesus 2:1-10

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)


Seorang mahasiswa belajar sangat giat selama empat tahun untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah. Karena motivasi itulah ia berjuang sungguh-sungguh dalam studinya.

Tetapi bagaimana seandainya ijazah kelulusan diberikan kepadanya pada awal masuk kuliah dan selanjutnya terserah mahasiswa tersebut? Apakah hasil studi dan perjuangannya akan sama? Kemungkinan tidak, karena ijazah sudah di tangan, ia tidak ada motivasi lagi. 

Karena kasih karunia, orang yang percaya diselamatkan dari hukuman dosa, bukan karena ia melakukan sesuatu (ay. 8-9).

Allah yang kaya rahmat dan besar kasih-Nya telah memberikan Anak-Nya, Yesus, sebagai kurban bagi keselamatan manusia. Keselamatan telah diberikan cuma-cuma tetapi orang percaya masih tinggal di dunia dan belum bersama-sama dengan Allah di surga.

Mengapa demikian? Karena orang percaya diselamatkan bukan untuk diam saja, santai, dan hanya menunggu waktu untuk bersama-sama dengan Allah di surga. Allah telah mempersiapkan rencana yang jelas bagi anak-anak-Nya bahwa mereka diselamatkan untuk melakukan pekerjaan baik dan hidup di dalamnya. 

Tetapi, mengapa sering dijumpai ada anak Tuhan yang hidup sembarangan? Jangan-jangan karena merasa sudah mendapatkan keselamatan sehingga tidak ada lagi motivasi untuk melakukan kebaikan dan kebenaran dalam hidupnya.

Ingatlah bagaimana Kristus telah mengurbankan diri-Nya bagi keselamatan kita. Mari kita menghargai keselamatan itu dengan syukur dan sukacita yang ditunjukkan dalam hidup mengasihi sesama dan taat pada panggilan-Nya.

 


BUDAYAKAN “TAHU BERTERIMA KASIH” DENGAN MERAWAT
DAN MENGGUNAKAN ANUGERAH DENGAN BAIK DAN BERTANGGUNG JAWAB

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Tuhan Tak Abaikan Kita
Ketika Doa Tak Dijawab

 

Ada seorang berTanya kepada saya: Saya diberitahu bahwa doa adalah hal yang pasti – bahwa ketika saya berdoa, Tuhan akan menjawab. Lalu mengapa beberapa doa saya tampaknya tidak pernah dijawab?

Jawab: Setiap dari kita pernah mengalami kekecewaan ketika segalanya tidak bekerja seperti yang kita inginkan, dan jika kita berdoa untuk sesuatu yang tidak kunjung datang juga, kita kecewa – pertama karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, dan kedua karena kelihatannya Tuhan tidak menepati janjiNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bahkan ketika ada alasan logis mengapa sesuatu tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak membuat hal itu terjadi. Padahal jika Dia Tuhan, Dia bisa melakukan apa saja, dan jika Dia mengasihi kita sebanyak yang Alkitab katakan Dia, kenapa Dia tidak melakukannya? Pada saat-saat seperti itu, sangat mudah untuk menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doa kita.

Tentu saja kita tidak boleh mempertanyakan Tuhan dalam keadaan seperti itu, seolah-olah kita lebih tahu dari Dia. Lebih baik kita bertanya kepada Tuhan apakah yang salah dalam langkah kita, agar kita dapat belajar dan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Hal pertama yang harus diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah gagal untuk melakukan apa yang terbaik bagi semua orang yang terlibat, dan Dia tidak pernah mundur dari janji-janji yang telah diberikan pada Alkitab. Sebaliknya, kita sebagai manusia kadang-kadang melakukan kesalahan. Karena Tuhan telah memberi kita kehendak bebas, pilihan yang kita ambil dapat membatasi Tuhan dalam menjawab doa kita.

Ketika kita merasa doa tidak dijawab oleh Tuhan, ada beberapa pertanyaan harus ditanyakan pada diri kita sendiri, yaitu:

  • Apakah permintaan kita termotivasi oleh kasih  yang tidak mementingkan diri dan kepedulian terhadap orang lain?
  • Apakah kita percaya dan mengklaim janji-janji dari Firman Tuhan?
  • Apakah kita beriman dan melangkah dengan iman untuk meraih hasil yang diinginkan?
  • Apakah Tuhan tidak dapat melakukan apa yang kita minta karena pilihan orang lain buat?
  • Apakah ini mungkin belum waktunya Tuhan untuk menjawab, atau bukan rencana-Nya bagi kita?
  • Apakah mungkin bahwa jawaban “lain” dari Tuhan akan memberikan hasil lebih baik untuk masa depan?

 .

Tuhan Tak Abaikan Kita Ketika Doa Tak Dijawab
*courtesy of PelitaHidup.com
Tuhan selalu menjawab doa kita, tetapi tidak selalu segera menjawab atau dalam cara kita inginkan. Terkadang Dia mengatakan ya, kadang-kadang Dia mengatakan tidak, dan kadang-kadang Dia mengatakan tunggu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses terjawabnya sebuah doa, termasuk diri dan situasi kita, Tuhan dan kehendak-Nya, dan situasi dari orang lain yang terlibat.

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Rancangan Manusia VS Rancangan Tuhan

 

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 1 Korintus 2:9

Manusia boleh merancangkan segala sesuatu dalam hidupnya. Tuhan memberikan kita akal dan pikiran untuk digunakan memecahkan masalah dan mengantisipasi segala masalah yang akan timbul. Kita dapat merencanakan segala hal yang akan kita jalani di depan kita. Dan seringkali kita berharap bahwa apa yang kita rencanakan dapat berjalan dengan sempurna.

 

Sebagai umat Tuhan, kita harus sadari juga bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). Oleh karena itu apapun yang terjadi setelah kita merencanakan segala sesuatu, patut kita syukuri. Entah hal itu baik ataupun buruk, kita harus tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia pasti memberikan yang terbaik bagi kita.

Segala hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan bagian dari proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Proses itu akan membuat hidup kita menjadi lebih dekat lagi dengan Tuhan, membuat kita lebih lagi mengandalkan Tuhan, membuat kita lebih lagi berserah kepadaNya.

Tidak jarang juga apa yang kita rencanakan tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Bahkan bisa juga semuanya berubah menjadi kebalikannya. Hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi. Dan tentunya hal ini sangat mengecewakan bagi kita.

"Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana." Amsal 19:21

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." Yesaya 55:8-9

*courtesy of PelitaHidup.com Manusia boleh berencana, tetapi Tuhanlah yang memutuskan. Bahkan kita bisa membuat rencana 1, rencana 2, plan A, plan B, dan seterusnya. Tetapi pada akhirnya kita harus menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.

Hal ini bukan berarti kita tidak perlu merencanakan segala sesuatu dengan baik. Tuhan tetap menginginkan agar umatNya tetap memaksimalkan akal dan pikirannya untuk merencanakan segala sesuatu dalam hidupnya dengan baik.

 

"Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak." Amsal 15:22

"Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat." Amsal 20:18

"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan" Amsal 21:5

Setelah menyiapkan segala rencana, kita tinggal menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan dan mulai melangkah dengan iman. Di situ kita akan melihat bahwa Tuhan sanggup mencurahkan kuasaNya untuk memberikan apa yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Tuhan sanggup memberikan apa yang kelihatan mustahil bagi kita. Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Di saat kita benar-benar mengandalkan kuasa Tuhan, kita akan melihat hal-hal yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Kita akan tercengang melihat kebesaran dan kemurahan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Apa yang tidak pernah timbul dalam hati kita, itu yang Dia berikan bagi kita.

Oleh karena itu jangan kuatir akan apa yang ada di masa depan kita dan apa yang akan kita hadapi dalam hidup kita. Tuhan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita yang senantiasa mengasihi Dia.

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

 

Sekitar pertengahan tahun 2011 kami membeli rumah, sebelum membeli rumah tersebut kami benar meminta pentunjuk Tuhan kalau memang ini rumah yang berkenan bagi Tuhan, kiranya dipermudah segala urusan pengajuan KPR-nya. Benar saja, kami mendapatkan proses yang sangat mudah.

Dan kami berharap rumah kami dijadikan rumah untuk melayangkan doa - doa atau kebaktian.

Pada tanggal 22 Febuari 2012 yang lalu saya di duga kena penyakit GBS (Guillan Barre Syndrom) sejenis penyakit Auto imun dan masih langka. Oleh karena selama 5 hari di RS tidak ada kejelasan penyakit saya ini kami memutuskan untuk melanjutkan pengobatan ke Penang. Dokter telah menyampaikan bahwa apabila inpus dan obat stamina dicabut kemungkinan tubuh saya akan semakin melemah.

Jujur saya agak gamang untuk pergi keluar Negeri oleh karena saya belum pernah mengadakan perjalanan Keluar Negeri disamping itu kami itu kami tidak punya tabungan. Karena kami baru saja membeli rumah dan merenovasinya.

Tapi Tuhan mengirimkan tangan penolong melalui sahabat saya bernama Paul. Entah kenapa dia bertanya apakah kamu punya uang untuk dibawa ke Penang? Saya katakan tidak. Karena selama ini saya merasa sudah cukup aman punya asuransi dan 2 buah Kartu kredit. Dalam pemikiran saya penyakit saya ini bukanlah penyakit serius.

 

Lalu teman saya ini mengatakan datang saja kerumah saya sudah siapkan uang sebesar $10,000 dan RM. 10,000. Seketika saya menangis, Tuhan Engkau amat baik. Siapakah saya ini sehingga mendapatkan kemurahan yang luar biasa, sedangkan saya masih sering mengecewakan hati Tuhan?

Sepulang dari rumah sakit kami segera mempersiapkan keberangkatan kami untuk berangkat ke Penang. Tetapi benar dugaan dokter semakin sore semakin melemah kondisi fisik saya.

Saya juga agak heran betapa banyaknya datang pertolongan, baik untuk memastikan keberangkatan kami, mendoakan dan memberikan ucapan selamat jalan. Semakin malam kondisi saya semakin lemah. Lalu salah seorang teman saya mengatakan bahwa perjalanan kami harus langsung tidak boleh transit. Lalu teman saya ini menghubungi Sdr. Paul.

Saya diminta untuk istirahat agar perjalanan kami subuh hari bisa berjalan lancar. Saya mencoba istirahat tetapi kondisi makin drop. Tetapi saya heran tidak lama saya di kamar, suami saya mengatakan bahwa bahwa Paul datang bersama sahabat-sahabat satu gereja.

Paul membujuk saya, agar kami berobat di RSCM saja. Malam itu kami berangkat ke RSCM dan keesokan harinya saya di periksa dan positif kena penyakit GBS.

 

Kemudian dokter mengatakan bahwa kami harus segera mengambil tindakan, karena penyakit saya ini sudah dalam kondisi kritis. Kembali dokter menyampaikan bahwa biaya pengobatannya sangat mahal bernilai ratusan juta dan harus dibayar tunai.

Kami panik dan hanya pasrah. Kami berdoa dan mencoba berkonsultasi dengan Saudara Paul. Beliau mengatakan bahwa nanti malam dia akan datang untuk menyelesaikan pembayaran tindakan tersebut. Dia berkata, jangan pikirkan untuk mengembalikan, pikirkan saja untuk sembuh.

 

Puji Tuhan saya sudah menjalani plasmapheresis selama 5 kali dan saat ini kondisi sudah dalam keadaan sehat.

Perlu saudara ketahui, setelah kami menjalani perawatan, Dokter mengatakan bahwa sehari lagi saya tidak mendapatkan pertolongan maka jiwa saya tidak akan terselamatkan. Dan setelah mendapatkan konfirmasi dari Penang, Dokter syaraf di sana hanya ada pada hari Kamis. Artinya pengobatannya akan terlambat 4 hari.

Saudara yang kekasih dalam Tuhan, saya merasa sangat tersanjung dengan Mujizat yang Tuhan lakukan bagi hidup saya. Dia memberikan kemudahan bagi saya, sementara saya dalam kondisi tak punya uang. Perlu diketahui saya di rumah sakit mendapat kelas VIP. Tuhan sediakan semua yang terbaik buat hidup saya, karena saya hanya mengandalkan Tuhan.

Saya selalu memberikan pelayanan buat Tuhan atas kemampuan yang saya miliki. Kemampuan tidak hanya dari materi, tetapi bisa tenaga ataupun pemikiran.

Jangan pernah takut untuk memberi atau melayani kepada Tuhan karena apabila kita sungguh2 melakukannya, setiap persoalan akan dapat kita lalui tanpa hambatan.

Ayat Renungan Mazmur 34:2-9

God Bless Us

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Rencana Keuangan Allah Bagi Kita

 

"Lebih berbahagia memberi daripada menerima." Kisah 20:35b

Bacaan: "Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima" (Kisah 20:33-35)

 

Tuhan ingin agar kita membuat keputusan yang bijaksana berdasarkan prinsip-prinsip yang ada di dalam Alkitab. Tetapi, pilihan untuk mengikuti kehendakNya seringkali tidak sesuai dengan cara-cara yang ada di dunia. Sebagai contoh, beberapa orang akan merasa terkejut bahwa konsep dasar dari rencana keuangan Allah bagi kita adalah memberi, bukan menerima.

Memberi Dengan Penuh Pengorbanan

Umumnya, ketika seseorang memutuskan jumlah uang yang akan mereka sumbangkan ke acara amal atau ke gereja, mereka akan mempertimbangkan jumlah penghasilan mereka dan membandingkannya dengan jumlah pengeluaran. Setelah itu barulah mereka dapat memutuskan untuk menentukan jumlah yang mereka anggap sesuai atau aman yang dapat mereka berikan. Sebaliknya, memberi dengan penuh pengorbanan bagi umat percaya dapat berarti bahwa mereka mengikuti tuntunan Roh Kudus untuk memberikan sumber dana di luar kemampuan mereka.

Awalnya, beberapa umat Kristen akan merasa kuatir dalam melatih iman mereka dalam hal ini. Tetapi, syukur kepada Allah karena Ia telah berjanji bahwa Ia akan memenuhi seluruh kebutuhan kita dan Ia adalah Allah yang setia dan layak kita percaya:

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" Filipi 4:19

 

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Tuhan Punya Rencana
atas Setiap Luka Hati Kita

"Sebab itu, kalau ada orang-orang yang menderita karena Allah menghendaki demikian, hendaklah orang-orang itu hidup dengan benar dan mempercayakan diri kepada Pencipta mereka. Ia akan selalu menepati janji-Nya." (1 Petrus 4:19, BIS)

Mari kita bernostalgia dengan mengingat-ingat bagaimana fotografi pada jaman dulu sebelum segala sesuatunya berubah menjadi digital. Ketika kita mengambil sebuah foto, hal pertama yang akan kita dapat adalah klise atau film negatif dari foto tersebut.

Lalu kita harus mencetak klise/film negatif tersebut menjadi positif, yaitu gambar sebenarnya dari apa yang kita foto sebelumnya. Untuk mendapatkan gambar positif, kita harus masuk ke dalam "ruang cetak" (bahasa Inggrisnya "dark room") dimana kondisi ruang tersebut harus gelap, kemudian kita terangi klise/film negatif tersebut dengan sinar dan memindahkan gambarnya ke kertas foto. Cara ini akan mengubah film negatif menjadi positif, yaitu sebuah foto berwarna yang indah dan elok dipandang mata.

 

Dengan cara seperti itulah Allah bekerja dalam hidup kita untuk setiap ketidakadian yang kita alami. Masing-masing kita pernah mengalami ketidakadilan dalam hidup. Ada orang-orang yang memperlakukan kita dengan cara yang tidak semestinya. Sementara yang lain tidak mempedulikan kita. Mereka hanya memanfaatkan kita dan masih banyak lagi ketidakadilan yang mungkin pernah atau sedang kita alami. Tuhan rindu untuk mengambil semua hal-hal negatif tersebut, menyinarinya dengan terang Kristus dan mengubahnya menjadi hasil yang positif- sebuah foto berwarna nan indah dari kehidupan yang sudah Tuhan rencanakan bagi kita untuk kita jalani

Satu hal penting yang harus selalu kita ingat bahwa ketika kita diperlakukan secara tidak adil, Tuhan Yesus senantiasa berada di sisi kita. Tidak ada dosa yang akan Allah hakimi secara lebih keras selain dosa ketidakadilan dan mungkin dosa kesombongan.

Kita belajar bahwa dalam semua kisah yang tertulis di Alkitab, Allah menunjukkan perhatian khusus kepada orang-orang yang diperlakukan secara tidak adil. Ia adalah Allah yang Maha Adil. Ia mendengar setiap tangisan kita, Ia juga mengerti luka hati yang kita rasakan dan Ia tahu benar bahwa kita sangat terluka dengan ketidakadilan tersebut. Kita tidak diperlakukan secara layak dan sebagaimana semestinya, tetapi Tuhan memiliki rencana atas luka hati yang kita rasakan tersebut.

Ketika kita membiarkan terang kasih Allah menyinari keadaan kita, maka Ia sanggup mengubah semua luka hati kita menjadi sebuah gambar yang indah. Ia membentuk dan membangun karakter pribadi kita melalui semua itu. Ia membuat kita menjadi semakin kuat dan tangguh. Dan yang penting, Ia memakai luka hati kita untuk kebaikan kita.

Kita tidak akan pernah mendapat penjelasan penuh atas semua luka hati yang harus kita alami selama hidup di dunia ini. Mungkin naanti ketika kita sudah masuk Surga nanti, baru kita tahu mengapa hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. Tetapi Tuhan tidak harus menjelaskan semuanya kepada kita.

 

Namun demikian, kabar baiknya adalah: Kita tidak memerlukan penjelasan apapun. Kita hanya perlu mengerti bahwa Allah sangat mengasihi kita; Ia mempunyai rencana atas hidup kita dan Ia Sendiri yang akan berurusan dengan mereka yang telah melukai hati kita.

 

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Fokus pada Tuhan
atau Fokus pada Masalah?

 

"Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:8-9)

Bacaan: Bilangan 13:25-14:10

 

Allah memberi kuasa kepada bangsa Israel untuk pergi dan menduduki tanah Kanaan. Mereka memerlukan sebuah tempat terpisah agar dapat bertumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang berpusat pada Tuhan Allah. Dan Ia memilih sebuah wilayah yang sangat tepat, yaitu tanah Kanaan sebagai tempat tumbuh kembang bangsa tersebut menjadi bangsa kepunyaanNya Sendiri.

Jadi, sesuai dengan petunjuk Tuhan, Musa mengirim 12 orang untuk mengintai dan memata-matai tempat tersebut. Hal yang mengejutkan dari peristiwa tersebut adalah 10 pengintai pulang dengan cerita tentang wilayah tersebut yang menyeramkan dan membuat kecut hati bangsa tersebut. Apa yang dilihat dan disaksikan oleh kesepuluh pengintai tersebut hanyalah halangan dan rintangan dalam menduduki tanah perjanjian.

Namun demikian, Kaleb yakin dan percaya bahwa mereka "pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13:30) karena ia memusatkan perhatiannya pada janji Tuhan dan bukan pada masalah dan kesulitan yang tampak di depan mata. Ia mendasarkan keyakinannya pada firman Allah kepada Abraham; "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." (Kejadian 12:7).

Bangsa Israel tidak sependapat dan sehati dengan iman Kaleb; cerita dan kesaksian dari ke-10 pengintai lain tentang raksasa dan kota yang berbenteng kuat telah membuat mereka takut. Memang, secara manusia, cerita dari ke-10 pengintai tersebut merupakan sesuatu yang patut untuk ditakuti. Tetapi, kita harus ingat bahwa bangsa Israel melayani Allah yang Maha Kuasa yang sudah membuktikan bahwa Ia mampu melakukan dan menyelesaikan segala sesuatu. Allahlah yang membelah Laut Merah untuk membuka jalan bagi mereka agar bisa sampai ke seberang; Allah juga yang memelihara dan memberi makan mereka di padang gurun sehingga mereka tidak kekurangan suatu apapun.

Memusatkan perhatian kita kepada masalah, halangan dan rintangan yang ada di depan kita hanya akan mengaburkan pandangan kita. Masalah, halangan dan rintangan sangat banyak dan beragam di sekeliling kita sehingga terkadang mengaburkan pandangan bahkan membutakan kita dalam mengambil langkah iman selanjutnya. Pada kenyataannya, ketika Allah memanggil kita untuk melakukan sesuatu, satu-satunya hal yang menghalanginya adalah diri kita sendiri!

 

Allah telah merencanakan jalan hidup kita, setiap langkah yang harus kita jalani, baik itu ketika kita harus berputar di sekitar masalah, halangan dan rintangan, melintasi dan berjalan mengatasinya atau bahkan kita harus menembus masalah, halangan dan rintangan tersebut yang mungkin berada di jalur yang harus kita tempuh.

Semua itu memiliki tujuan agar kita dapat menggenapi rencanaNya dalam hidup kita masing-masing. Lalu, ketika kita menjadi seperti bangsa Israel yang memilih untuk dikalahkan oleh rasa takut mereka serta menolak untuk melangkah maju, maka kita akan kehilangan berkat luar biasa yang didapat dari kerelaan hati untuk melakukan kehendak Allah.

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Mari Bangun Sifat Rendah Hati

"Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." 1 Petrus 5:6

Banyak orang berpikir bahwa merendahkan diri mereka di hadapan orang lain merupakan salah satu tanda kerendahatian seseorang. Benarkah demikian? Mari kita belajar dari Rasul Paulus yang merupakan contoh terbaik bagi setiap umat Tuhan mengenai bagaimana caranya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara yang benar.

"courtesy of PelitaHidup.com

Dengan semua masa lalu dan latar belakangnya yang gelap, Paulus tidak pernah mengerdilkan arti dirinya di hadapan Tuhan dan mengatakan kepada Tuhan bahwa ia adalah orang yang sangat berdosa dan hina. Sebaliknya, Paulus terus menerus mengatakan dengan sikap rendah hati tentang kasih karunia yang sudah Tuhan limpahkan dalam hidupnya.

"Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku, aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman." (1 Timotius 1:12-13)

Berikut apa yang dapat kita lakukan untuk membangun sikap hidup yang rendah hati seperti Paulus:

Mematikan Keakuan Hal pertama yang harus kita lakukan agar dapat memiliki sikap rendah hati adalah mematikan keakuan kita. Kita harus menolak untuk menempatkan diri kita dan kepentingan kita sebagai prioritas utama, sebaliknya kita harus selalu mendahulukan kehendak Tuhan dalam setiap apapun yang terjadi dalam hidup kita.

Mengejar Kerendahatian

Penting bagi masing-masing kita untuk "mati terhadap keinginan diri sendiri". Kita harus menolak untuk mengandalkan diri sendiri dan mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam setiap keadaan dan masalah yang kita hadapi. Allah ingin agar kita mengutamakan orang lain karena Ia menciptakan kita sebagai saluran kebenaranNya, yaitu kebenaran yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar kita saat ini. Ketika Allah memberkati orang lain, maka kita para pengikut Kristus ikut bersukacita atas apa yang mereka terima.

"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" Roma 12:15

Lalu, bagaimana dengan diri kita? Kita harus sepenuhnya mengandalkan kepada Tuhan. Jika kita ingin hidup dengan sikap rendah hati yang benar-benar murni, kita harus mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan di setiap waktu. Tuhan senantiasa menyediakan yang terbaik bagi anak-anakNya dari perbendaharaanNya yang tak terbatas.

"courtesy of PelitaHidup.com

Ketika kita mengarahkan hati dan pikiran kita kepada anugrah dan kebaikanNya secara terus menerus, maka rasa percaya diri kita dalam Tuhan akan bertumbuh dan bertumbuh. Sangat penting juga bagi kita untuk menjaga jarak terhadap segala hal yang dapat membuat kita menjadi sombong seperti kekayaan, prestasi, pangkat dan jabatan, pujian, pekerjaan, hubungan dengan pribadi tertentu, dan lain sebagainya.

Perlu kita waspadai bahwa hal-hal yang dapat membuat kita menjadi sombong berbeda-beda, kita sendiri yang tahu daerah-daerah rawan mana yang patut kita waspadai dan mulai menjaga jarak untuk menjaga sikap rendah hati kita.

Februari 2018 GIA Genuk Indah
Hati Yang Berhikmat
Lebih Bernilai Dari Kekayaan

Bacaan 1 Raja-Raja 10 : 1-13, Kunjungan ratu negeri Syeba

1.Ketika ratu negeri Syeba mendengar khabar tentang Salomo, berhubung dengan nama Tuhan, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.

2. Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakanyalah segala yang ada di dalam hatinya kepadanya.

3. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

4. Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,

5. makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercengalah ratu itu.

6. Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 7. tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 8. Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu ! 9. Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel ! Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran". 10. Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

11. Lagi pula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 12. Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 13. Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya. *courtesy of PelitaHidup.com Masa ini terjadi sekitar pada abad ke enam Sebelum Masehi. Pada masa ini belum ada suatu jaringan alat komunikasi dalam bentuk apapun. Setiap berita yang beredar itu hanya berlangsung dari mulut ke mulut saja. Berita tentang raja Salomo yang bijaksana yang melayani Allah yang berkuasa ini terdengar dan sampai juga kepada ratu negeri Syeba di daerah Arab Selatan yang jaraknya sangat jauh, yaitu sekitar 1.200 mil letaknya ke arah selatan Yerusalem.

Berita tentang raja Salomo yang begitu bijaksana dan tentang Allah yang disembah oleh Salomo itu menarik perhatian ratu Syeba. Tidak puas hanya mendengar berita tentang raja Salomo yang bijaksana itu maka ia berketetapan ingin datang berkunjung kepada raja Salomo untuk dapat melihat langsung dan menyaksikakannya sendiri semua berita yang telah ia dengar tersebut.

Waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan sejauh 1200 mil itu adalah sekitar 60 hari, kurang lebih selama 2 bulan. Perjalanan panjang yang harus ditempuh ini bukanlah menjadi penghalang bagi ratu Syeba karena hatinya sangat merindukan hikmat. Melalui kisah ratu Syeba ini kita dapat belajar mengenai betapa berharganya nilai dari hati yang memilki hikmat, nilainya melebihi kekayaan materi, bahkan emas dan permata.

Profil Gereja dan Profil Hamba Tuhan

Profil Gereja



SEJARAH SINGKAT GIA GENUK INDAH

Awal Perintisan


Awal berdirinya Gereja Isa Almasih Genuk Indah dimulai dari adanya rencana pembukaan daerah “real estate” di kelurahan Gebangsari, kecamatan Genuk.

Sebuah perusahaan developer real estate yang bernama Perumahan Genuk Indah.Seiring dengan dimulainya pembangunan rumah, semakin banyak peminat/masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal di Perumahan Genuk Indah.Sebagian masyarakat yang tinggal di perumahan adalah orang Kristen, di antaranya adalah warga jemaat Gereja Isa Almasih Pringgading, Semarang. 


Mengingat lokasi perumahan yang dirasakan agak jauh dari kota Semarang, maka banyak orang Kristen yang mengalami kesulitan untuk beribadah di gereja. Melihat fakta tersebut Bp. Sugiyanto dan Bp. Hulman Panjaitan yang adalah rohaniwan Gereja Isa Almasih Pringgading yang menempati rumah tinggal rohaniwan Genuk Indah tergerak dan bekerja sama untuk melayani jemaat yang tinggal di perumahan tersebut.

 

Pada bulan Pebruari 1985 dimulailah pelayanan Kelompok Persekutuan Keluarga(KPK) setiap hari Jumat. Persekutuan tersebut mendapat respon yang positif dengan hadirnya 15 jemaat Tuhan.Dalam kurun waktu dua bulan tepatnya pada peringatan hari Paskah, 7 April 1985 status KPK ditingkatkan menjadi pelayanan ibadah umum Pos Pekabaran Injil (Pos PI) menempati rumah di Jl. Kapas Timur III/G-956. 

Ibadah peneguhan berdirinya Pos PI Genuk Indah diadakan bertepatan dengan perayaan Paskah yang dilayani oleh Pdt. Hanna Sebadja dan dihadiri 35 jemaat serta tamu undangan lainnya. Semenjak itu berbagai kegiatan ibadah berjalan dengan lancar, baik kpk, KAA maupun perayaan Paskah dan Natal. 

 

Perkembangan dari Pos PI ke Pendewasaan


Melihat perkembangan jemaat Tuhan maka Pos PI Genuk Indah membutuhkan tempat ibadah yang permanen.Maka pada tahun 1987 jemaat berhasil membeli tanah seluas 620m²di daerah Gebangsari yang rencananya akan dibangun gedung gereja. Namun rencana itu mengalami hambatan dari masyarakat yang tidak menginginkan hadirnya sebuah gereja. 


Hambatan tersebut menjadikan bahan pergumulan doa Jemaat Tuhan untuk berharap serta berserah pada Tuhan. 

Kegagalan membangun gereja di kelurahan Gebangsari, ternyata Tuhan memberikan hikmat kepada Bp. Hulman Panjaitan untuk mencari tanah yang dapat dibeli dan didirikan gereja.Tuhan menunjukkan sebidang tanah dan bangunan gereja yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya. F.808 milik Gereja Jemaat Kristus Indonesia(JKI) “Hosana” Semarang, yang tidak difungsikan sebagai tempat ibadah.

 

Pada hari-hari biasa mereka bersekutu di rumah, sedangkan gedung gereja sesekali dipakai untuk acara Kebaktian Kebangunan Rohani(KKR). 

Melihat kondisi itu maka Bp. Hulman Panjaitan berusaha mendekati pengurus JKI untuk dapat dibeli. Pendekatan tersebut berhasil dengan persyaratan bahwa status tanah dan gedung akan menjadi milik Pos PI Genuk Indah dengan cara mengganti harga tanah dan bangunan. Kemudian Majelis GIA jemaat Pringading membeli tanah dan bangunan tersebut untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah Pos PI Genuk Indah.

 

Setelah menjadi milik Pos PI Genuk Indah gedung tersebut difungsikan sebagai tempat ibadah jemaat.Peresmian penggunaan sebagai tempat ibadah dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 November 1990 oleh Pdt. Indrawan Eleeas yang disertai dengan perjamuan kudus.Sejak itu kegiatan ibadah Pos PI Genuk Indah difokuskan di Gereja Isa Almasih yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya F.808.Selanjutnya gedung gereja direnovasi/dibangun sebagai persiapan untuk pendewasaan. 

Pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 1991 Pos PI Genuk Indah diresmikan menjadi jemaat dewasa oleh jemaat induk Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading. Peresmian pendewasaan jemaat tersebut dilaksanakan oleh Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Isa Almasih. 

Gereja Isa Almasih Genuk Indah didewasakan menjadi jemaat GIA ke-67 dan Pdm. Hulman Panjaitan ditahbiskan menjadi Gembala Sidang. Dalam Ibadah tersebut juga dilaksanakan pelantikan Majelis jemaat yang pertama yang terdiri dari :Bp. Herman Winatha, Bp. Sutanto Saputra, Bp. Bagus Mitjoro dan Bp. Hermawan Widodo. DinamikaPerkembangan GIA Genuk Indah (th 1991 – 1997) 

Pada awal pendewasaan jemaat GIA Genuk Indah berjumlah 185 jiwa.Dalam perkembangan pelayanan gereja sampai tahun 1996 jemaat mencapai 25 anggota dewasa dan 75 anak-anak serta memiliki satuTempat Pembinaan Rohani(TPR) di perumahan Pondok Raden Patah, Sayung, Demak.

 

Pada tahun 1993 Sdr. Daniel Gunadi bergabung sebagai rohaniwan GIA Genuk Indah yang membantu pelayanan di bidang KAA, PRBK dan sebagai koordinator YBKI/PPA. Dalam Perayaan HUT ke-3 GIA Genuk Indah dilantiklah Kemajelisan periode 1994-1997 yaitu: Pdm. Hulman Panjaitan, Bp. Herman Winatha, Ibu Magdalena Rinawati, Bp. Hermawan Widodo dan Bp. Bagus Mitjoro. Yang unik dari gereja ini adalah apabila ada program, maka program itu disampaikan kepada jemaat kemudian didoakan dan didukung bersama dengan carapersembahanjanji iman. 

Adapun visi dan misinya adalah: 
1. Pertumbuhan jemaat dengan program 1:1:1 ( artinya satu anggota bawa satu jiwa dalam satu tahun). 
2. Program PI Pribadi. 
3. Dirintis kebaktian umum dua kali dalam satu minggu. 
4. Program/kegiatan sosial bekerjasama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia(YBKI)(sekarang bernama Yayasan Compassion Indonesia(YCI) membiayai anak-anak TK-SD (maksimal 10 tahun). 
5. Pengembangan gedung gereja dengan rencana pembuatan balkon berkapasitas 100 orang. 

Dalam perjalanan pelayanan GIA Genuk Indah banyak mengalami pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas.Hal itu ditandai dengan semakin tertata program dan kegiatan pelayanan di setiap seksi.

 

Namun demikian gereja menghadapi tantangan dari dalam yaitu pengunduran diri Pdm. Daniel Gunadi untuk memenuhi panggilan pelayanan di GUP Solo, demikian juga memasuki tahun 1997 GIA Genuk Indah mengalami suatu tantangan/pergumulan yaitu Pdt. Hulman Panjaitan mengundurkan diri dari jabatan Gembala Sidang.

 

Menyadari hal itu majelis jemaat berusaha untuk segera mengatasi tantangan pelayanan dengan mencari Gembala Sidang yang baru.Selama satu tahun GIA Genuk Indah mengalami kevakuman pemimpin jemaat / Gembala Sidang. 

 

 

Dari Pdt. Hulman Panjaitan – Pdt. Andreas Kristianto (th 1998 – 2010)


Pdt. Andreas Kristianto,S.Th yang adalah rohaniwan dari GIA jemaat Dr. Cipto menerima panggilan pelayanan di GIA Genuk Indah. Beliau ditahbiskan sebagai Gembala Sidang GIA Genuk Indah oleh MPH Sinode GIA, pada tanggal 27 Oktober 1998 bersamaan dengan peringatan HUT ke-7 GIA Genuk Indah. Pada periode pelayanan ini beliau dibantu oleh tiga(3) orang rohaniwan yaitu Pdm. Yoseph Rohadi,S.Th., Pdm. Yosua Wardaya, S.Th. dan Pdm. Yeremia Maryono, S.Th.(penanggungjawab GIA Genuk Indah TPI Srondol/RM Miranda). 

Demikian juga majelis (diaken,penatua) secara periodik membantu pelayanan beliau. Selama kepemimpinan beliau komposisi personil majelis dipilih dari unsur jemaat GIA Genuk Indah maupun TPI Srondol/RM Miranda. Banyak perubahan dan kemajuan yang dapat dirasakan oleh jemaat dalam era kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto,S.Th. Dari segi penampilan fisik gereja banyak mengalami perubahan dan semakin dipercantik. Banyak program-program pelayanan yang telah dilaksanakan demi kemajuan pelayanan dan kedewasaan jemaat Tuhan, antara lain: 

1. Peningkatan SDM para aktifis gereja, melalui SOM (School of Ministry), retret, seminar-seminar. 
2. Retreat pengerja, Kebaktian Pasutri, KKR untuk meningkatkan kualitas iman jemaat. 
3. Peningkatan peran serta gereja dalam masyarakat melalui PPA/Compassion, Aksi Sosial/diakonia terhadap masyarakat yang kurang beruntung secara berkala. 
4. Membangun kerjasama dengan PGKS, lembaga-lembaga misi dsb. 

Dalam masa kepemimpinannya, Pdt. Andreas Kristianto telah memberi kesempatankepada rohaniwan yang telah mendampingi beliau dalam pelayanan untuk mengembangkan pelayanan yaitu kepada Pdt. Yoseph Rohadi untuk menjadi Gembala Jemaat GKMI Blora dan Pdt. Yosua Wardaya menjadi Gembala Jemaat GIA Lobak. 
Sedangkan Pdt. Yeremia Maryono (bersama jemaat TPI Srondol) bergabung sebagai tenaga rohaniwan di GIA jemaat Banyumanik karena tempat ibadah(RM Miranda) dijual oleh pemiliknya. Pada periode kepemimpinan beliau juga, Pdt. Daniel Gunadi telah bergabung kembali sebagai rohaniwan di GIA Genuk Indah pada pertengahan tahun 2004. 

Bp. Philipus Sukardi yang telah purna tugas dari PNS dan telah menyelesaikan studi teologi di STBI juga bergabung sebagai hamba Tuhan di GIA Genuk Indah. 

Dari Pdt. Andreas Kristianto – Pdt. Daniel Gunadi (th 2010 - saat ini)


Pada tanggal 27 Oktober 2010, dalam rangka suksesi kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto, M.Th. menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Pdt. Daniel Gunadi, M.Th. di dalam Ibadah Pentahbisan Gembala Jemaat dan Pentahbisan Pdm. Philipus Sukardi, S.Th. sebagai pendeta. Dalam rangka melanjutkan kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulunya, Pdt. Daniel Gunadi mengajak seluruh jemaat GIA Genuk Indah untuk menghidupi: 

Visi: 
“Jemaat GIA Genuk Indah menjadi teladan hidup di tengah lingkungan masyarakat dan berkarya nyata sebagai garam dan terang dunia.” (visi GIA Genuk Indah, 2010 -2030). 

Misi : 
”Menjadi Jemaat yang dewasa rohani, menjadi pelopor hidup dalam kebenaran, menjadi agen perubahan sehingga jemaat/masyarakat hidup dengan sehat, aman, damai dan sejahtera.” 

Core Values (Nilai-nilai utama) 
• Kejujuran (honesty) 
• Rendah hati (humble) 
• Iman (faith) 
• Kasih (love) 
• Kerjasama (teamwork) 
• Rela Berkorban(sacrifice) 

Visi misi tersebut akan diwujudkan dalam program kerja per kwartal(sesuai periodisasi kemajelisan). 
• Pembenahan/konsolidasi internal (th 2014 – 2018) 
• Pembinaan pengerja, peningkatan usaha-usaha misi(th 2018 – 2022) 
• Meningkatkan pelayanan pendidikan/PAUD, day care (th 2022 – 2026) 
• Mengirim utusan-utusan Injil, pembukaan pos pelayanan(th 2016 – 2030) 

Berbagai kegiatan pelayanan baik internal maupun eksternal terus dilakukan dalam kehidupan jemaat GIA Genuk Indah. Melalui kegiatan seperti: KKR, retret, refreshing day, pembinaan musik/pujian, pengobatan gratis untuk masyarakat, donor darah, kegiatan live-in di gereja-gereja lain/pedesaan, dsb diharapkan jemaat terus menghidupi tema “Berakar kuat, berbuah lebat” bagi kemuliaan Tuhan. 


Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) IO-895 Harapan Kita 

Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) adalah lembaga yang dibentuk sebagai hasil kerjasama GIA jemaat Genuk Indah dengan Yayasan Compassion Indonesia/YCI (dulu bernama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia/YBKI untuk memberikan pelayanan secara holistik kepada anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Pada awal pembentukannya, tahun 1993, GIA Genuk Indah bekerjasama dengan TPI Karangroto/Banjardowo, dan TPI Tanggungrejo di bawah naungan GIA Pringgading.Hal ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan awal kuota jumlah yang dilayani sebanyak 50 anak.Pelayanan yang makin berkembang serta jumlah anak yang makin bertambah, menyebabkan TPI Karangroto dan TPI Tanggungrejo memutuskan untuk mengelola sendiri PPA di tempat masing-masing. 

Kegiatan PPA diadakan setiap hari di gereja: pk. 09. 00 – 14.00 wib (kegiatan administrasi), pk. 15.00- 17.00 wib(kegiatan anak). Pelayanan holistik yang diadakan di PPA meliputi empat(4) bidang yaitu spiritual, fisik, kognitif dan sosio-emosional yang terangkum dalam program/kegiatan, yang disesuaikan dengan kebutuhan gereja lokal/kontekstual, yaitu: 

• Spiritual: kebaktian, PA, caracter building, retret, dsb 
• Fisik : olah raga, kesehatan(pemeriksaan rutin, pengobatan), makanan bergizi,dsb 
• Kognitif: bimbingan belajar, life skill/ketrampilan, dsb 
• Sosio-emosional: eduwisata, bermain/games, outbound dsb 

Sejak tahun 1993 hingga tahun 2016 ini PPA IO-895 Harapan Kita, GIA Genuk Indah telah melayani 503 anak(berdasarkan catatan Buku Induk PPA), yang masih aktif mengikuti kegiatan 167 anak, dari berbagai latar belakang agama/keyakinan. Banyak lulusan PPA yang telah bekerja di perusahaan, wiraswata bahkan telah menyelesaikan studi hingga tingkat sarjana. 

Meskipun hasil tuaian jiwa belum begitu nampak secara signikan, namun tugas bersaksi dan menaburkan berita keselamatan terus kami lakukan, karena kami meyakini berita Injil yang ditaburkan tidak akan kembali dengan sia-sia. Kegiatan PPA akan terus dikembangkan menjadi sarana yang efektif bagi gereja untuk bersaksi, menjadi garam dan terang dunia. 



Gereja Isa Almasih Genuk Indah Semarang

Profil Hamba Tuhan

 

 

DATA ROHANIWAN GIA GENUK INDAH

 

1. NAMA     : PDT. DANIEL GUNADI

ALAMAT     : JL. PADI UTARA XI/J. 80 GENUK INDAH SEMARANG

NO TELP    : (024) 6582283

HP              : 085848843247

EMAIL        : mazgunadi@yahoo.com

 

2. NAMA     : PDT. PHILIPUS SUKARDI

ALAMAT     : JL. BAYU PRASETYA TIMUR IV/47  KEL. BANGETAYU WETAN  RT 09 / RW 03  SEMARANG

HP              : 085100300755

 

Follow Us

in Social Media

© 2017 | Sekretariat Jl. Kapas Tengah Raya F. 808 Genuk Indah Semarang
Telp: (024) 6583830 | Email: gia_genid@yahoo.co.id